Ilmu perilaku organisasi masuk ke
dalam ilmu administrasi Negara ketika disiplin psikologi banyak memengaruhi
kajian-kajian administrasi Negara yang berkaitan dengan personel administration
.Ilmu yang objek kajiannya manusia yang lebih dahulu tumbuh adalah psikologi.
Itulah sebabnya sumbangan psikologis tidak kalah pentingnya dari ilmu-ilmu
lainnya dalam mendewasakan ilmu administrasi Negara. Dengan demikian, ilmu
perilaku organisasi merupakan salah satu sumbangan dari psikologi terhadap ilmu
administrasi Negara. Ilmu ini merupakan jawaban atas kebosanan orang terhadap
pendekatan administrasi Negara yang menekankan pada formalitas struktural.
Model birokasi Max Weber memang
tidak member kesempatan “informalitas” masuk kedalamnya. Sehingga organisasi diatur sebagai mesin yang
bergerak menurut aturan-aturan yang sudah ditentukan. Barangkali dengan
kejadian seperti inilah maka dalam administrasi negara mulai diketengahkan
pikiran-pikiran baru untuk memperhalus birokasi. Pendekatan baru ini umumnya
dikenal dengan pendekatan perilaku organisasi.
Disiplin
administrasi negara diramalkan akan terpusat pada penelaahan tentang
organisasi. Teori organisasi sendiri adalah teori yang membicarakan perilaku
manusia mulai dari manusia dalam kelompok suku ke manusia dalam pemerintahan.
Dan teori administrasi yang merupakan suatu teori yang mendasarkan pada
perilaku manusia didalam kelompok-kelompok kerja banyak dijadikan dasar dari
teori administrasi negara.
Pengertian organisasi.
Thompson
merumuskan organisasi dengan penekanan pada tingkat rasionalitas dalam kerja
sama tersebut, sedangkan Barnard menentukan sistem kerja sama yang
terkoordinasikan secara sadar.
Pandangan klasik
tentang organisasi dinyatakan oleh Max Weber
ialah bahwa suatu organisasi atau kelompok kerja sama ini mempunyai
unsur-unsur properties sebagai
berikut
(1)
Organisasi
merupakan tata hubungan sosial.
(2)
Organisasi
mempunyai batasan-batasan tertentu.
(3)
Organisasi
merupakan suatu kumpulan tata aturan, yang bisa membedakan suatu organisasi dengan
kumpulan-kumpulan masyarakat.
(4)
Organisasi
merupakan suatu kerangka hubungan yang berstruktur yang didalamnya berisi
wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja untuk menjalankan sesuatu fungsi
tertentu
Aspek lain yang barangkali sangat penting dikemukakan
di sini, bahwa Weber memberikan tambahan kriteria organisasi dilihat dari sifat
kerja sama yang dilakukan oleh orang-orang tersebut. Sifat kerja sama dalam
organisasi lebih bercorak kerja sama asosiatif, dan bukannya kerja sama communal atau kerja sama seperti dalam
keluarga.
Paradigma dalam Organisasi
Konsep paradigma dikembangkan oleh Thomas Kuhn
yang mengarahkan pada penemuan ilmu pengetahuan di dalam ilmu-ilmu alamiah.
Kuhn selanjutnya menyatakan bahwa suatu paradigma adalah suatu tatanan berharga
yang telah disetujui, tidak dipertanyakan hampir sepanjang waktu, dan yang
percaya bahwa bisa dipergunakan sama-sama antara ahli riset dengan praktisi
dalam suatu disiplin.
Selanjutnya
paradigma dipandang sebagai penataan dari kemajuan yamg dicapai oleh ilmu
normal. Dalam hal ini hasil kerja para
ilmuwan dipersembahkan untuk artikulasi dan penerapan-penerapan yang lebih luas
dari paradigma yang telah disetujui, yakni yang tidak lagi menimbulkan
pertanyaan dan kritik.
Sistem Tertutup ( Closed System )
Sistem ini dasar
pemikirannya banyak dipengaruhi oleh ilmu-ilmu fisika, dan diterapkan pada
suatu sistem yang mekanistis. Konsentrasi perhatiannya ialah pada hal-hal yang
bersifat internal dengan menekankan
pada pendekatan rasionalitas yang diturunkan dari pewarisnya yakni model-model
dalam ilmu fisika tersebut.
Model organisasi
tertutup ini barangkali satu-satunya model yang telah lama sekali memengaruhi
pemikiran-pemikiran dalam administrasi negara. Model ini mempunyai nama samaran
yang banyak,antara lain: model birokratis, model hirarki, model formal, model
rasional, dan model mekanistis.
Sifat yang
menonjol dari sistem tertutup ini adanya kecendrungan yang kuat untuk bergerak
mencapai keseimbangan dan entropi yang statis. Sifat ini menunjukkan adanya kebekuan atau keseimbangan
yang beku. Istilah entropi aslinya dipergunakan dalam ilmu-ilmu fisika. Ia
mempunyai pengertian yang cenderung dipergunakan pada setiap sistem yang
tertutup dengan tidak adanya potensi berikutnya untuk membangkitkan daya kerja atau
usaha transformasi.
Sistem tertutup
ini dinamakan pula sebagai sistem yang klasik atau tradisional. Hal ini bukan
berarti bahwa sistem ini tidak dipakai atau tidak di pergunakan lagi. Sesuatu
yang klasik bukan berarti tidak terpakai, karena sudah ada sistem yang lebih
baru. Konsep klasik masih dianggap penting sampai sekarag ini. Banyak
manajer-manajer atau pimpinan organisasi lainnya mendapatkan banyak pelajaran
dan pengarahan dari konsepsi klasik dan
tradisional ini.
Sistem Terbuka ( open system )
Kalau sistem
organisasi tertutup banyak berpengaruh pada administrasi negara, maka sistem
terbuka ini banyak mempunyai pengaruh pada administrasi perusahaan. Model
sistem terbuka ini dapat dikelompokkan atas tiga aliran seperti misalnya:
Aliran Human Relation, Aliran
Pengembangan Organisasi, dan Aliran
organisasi sebagai suatu unit yang berfungsi di dalam lingkungannya.
Sistem terbuka
sebagaimana ditekankan pada aliran yang ketiga diatas, mengutamakan adanya
interaksi hubungan yang berkelangsungan dengan lingkungannya. Dengan demikian,
sistem ini akan mencapai suatu tingkat dinamika tertentu atau keseimbangan yang
dinamis. Sementara itu, sistem ini masih mempunyai kemampuan yang berkelanjutan
untuk melangsungkan kerja dan melakukan transformasi ke pihak lain.
Konsep Perspektif
Bentuk lain dari
pembagian atau pengelompokan teori-teori organisasi adalah konsepsi perspektif
yang dikemukakan oleh Edgar Huse dan James Bowditch. Pada aslinya konsep
perspektif ini untuk dipergunakan pengelompokan manajemen. Akan tetapi, inti
pembahasannya dapat dipergunakan pula untuk bahasan-bahasan organisasi. Itulah
sebabnya berikut ini dikemukakan konsep perspektif tersebut.
Masalah-masalah Pokok Organisasi
Sebagai akibat
adanya perubahan-perubahan yang memengaruhi organisasi, maka timbullah masalah
pokok yang mau tidak mau harus dihadapi oleh setiap organisasi di masa-masa
yang akan datang. Di antara masalah-masalah pokok tersebut antara lain ialah:
(1)
Masalah integrasi yang meliputi isu mengenai insentif,
penghargaan, dan motivasi dari setiap individu dengan bagaimana usaha
organisasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut.
(2)
Masalah
pengaruh sosial.
(3)
Masalah kolaborasi yang tumbuh dalam rangka mengatasi konflik dan stereotyping, dan kekuatan-kekuatasn sentrifugal yang dapat
memecahbelah komunitas.
(4)
Masalah
adaptasi yang disebabkan karena lingkungan yang tidak menentu.
(5)
Masalah yang
terakhir adalah masalah revitalisasi
Organisasi Masa Mendatang
Organisasi-organisasi
masa mendatang akan menghadapi beberapa persoalan sebagai berikut:
(1)
Lingkungan
yang tidak menentu
(2)
Pendidikan
yang semakin maju
(3)
Perubahan
nilai kerja
(4)
Sifat dari
tugas dan tujuan organisasi
(5)
Penataan
organisasi
(6)
Peningkatan
motivasi
Pengertian Perilaku Organisasi
Perilaku
organisasi, adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia
dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Tujuan praktis dari
penalaahan studi ini adalah untuk mendeterminasi bagaimanakah perilaku manusia
itu memengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar