Jumat, 17 Mei 2013

PERILAKU ORGANISASI

Ilmu perilaku organisasi masuk ke dalam ilmu administrasi Negara ketika disiplin psikologi banyak memengaruhi kajian-kajian administrasi Negara yang berkaitan dengan personel administration .Ilmu yang objek kajiannya manusia yang lebih dahulu tumbuh adalah psikologi. Itulah sebabnya sumbangan psikologis tidak kalah pentingnya dari ilmu-ilmu lainnya dalam mendewasakan ilmu administrasi Negara. Dengan demikian, ilmu perilaku organisasi merupakan salah satu sumbangan dari psikologi terhadap ilmu administrasi Negara. Ilmu ini merupakan jawaban atas kebosanan orang terhadap pendekatan administrasi Negara yang menekankan pada formalitas struktural.

Model birokasi Max Weber memang tidak member kesempatan “informalitas” masuk kedalamnya. Sehingga organisasi diatur sebagai mesin yang bergerak menurut aturan-aturan yang sudah ditentukan. Barangkali dengan kejadian seperti inilah maka dalam administrasi negara mulai diketengahkan pikiran-pikiran baru untuk memperhalus birokasi. Pendekatan baru ini umumnya dikenal dengan pendekatan perilaku organisasi.
Disiplin administrasi negara diramalkan akan terpusat pada penelaahan tentang organisasi. Teori organisasi sendiri adalah teori yang membicarakan perilaku manusia mulai dari manusia dalam kelompok suku ke manusia dalam pemerintahan. Dan teori administrasi yang merupakan suatu teori yang mendasarkan pada perilaku manusia didalam kelompok-kelompok kerja banyak dijadikan dasar dari teori administrasi negara.

Pengertian organisasi.
Thompson merumuskan organisasi dengan penekanan pada tingkat rasionalitas dalam kerja sama tersebut, sedangkan Barnard menentukan sistem kerja sama yang terkoordinasikan secara sadar.
Pandangan klasik tentang organisasi dinyatakan oleh Max Weber  ialah bahwa suatu organisasi atau kelompok kerja sama ini mempunyai unsur-unsur properties sebagai berikut
(1)    Organisasi merupakan tata hubungan sosial.
(2)    Organisasi mempunyai batasan-batasan tertentu.
(3)    Organisasi merupakan suatu kumpulan tata aturan, yang bisa membedakan suatu organisasi dengan kumpulan-kumpulan masyarakat.
(4)    Organisasi merupakan suatu kerangka hubungan yang berstruktur yang didalamnya berisi wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja untuk menjalankan sesuatu fungsi tertentu
Aspek lain yang barangkali sangat penting dikemukakan di sini, bahwa Weber memberikan tambahan kriteria organisasi dilihat dari sifat kerja sama yang dilakukan oleh orang-orang tersebut. Sifat kerja sama dalam organisasi lebih bercorak kerja sama asosiatif, dan bukannya kerja sama communal atau kerja sama seperti dalam keluarga.

Paradigma dalam Organisasi
Konsep paradigma dikembangkan oleh Thomas Kuhn yang mengarahkan pada penemuan ilmu pengetahuan di dalam ilmu-ilmu alamiah. Kuhn selanjutnya menyatakan bahwa suatu paradigma adalah suatu tatanan berharga yang telah disetujui, tidak dipertanyakan hampir sepanjang waktu, dan yang percaya bahwa bisa dipergunakan sama-sama antara ahli riset dengan praktisi dalam suatu disiplin.
Selanjutnya paradigma dipandang sebagai penataan dari kemajuan yamg dicapai oleh ilmu normal. Dalam hal ini  hasil kerja para ilmuwan dipersembahkan untuk artikulasi dan penerapan-penerapan yang lebih luas dari paradigma yang telah disetujui, yakni yang tidak lagi menimbulkan pertanyaan dan kritik.

Sistem Tertutup ( Closed System )
Sistem ini dasar pemikirannya banyak dipengaruhi oleh ilmu-ilmu fisika, dan diterapkan pada suatu sistem yang mekanistis. Konsentrasi perhatiannya ialah pada hal-hal yang bersifat internal dengan menekankan pada pendekatan rasionalitas yang diturunkan dari pewarisnya yakni model-model dalam ilmu fisika tersebut.
Model organisasi tertutup ini barangkali satu-satunya model yang telah lama sekali memengaruhi pemikiran-pemikiran dalam administrasi negara. Model ini mempunyai nama samaran yang banyak,antara lain: model birokratis, model hirarki, model formal, model rasional, dan model mekanistis.
Sifat yang menonjol dari sistem tertutup ini adanya kecendrungan yang kuat untuk bergerak mencapai keseimbangan dan entropi yang statis. Sifat ini  menunjukkan adanya kebekuan atau keseimbangan yang beku. Istilah entropi aslinya dipergunakan dalam ilmu-ilmu fisika. Ia mempunyai pengertian yang cenderung dipergunakan pada setiap sistem yang tertutup dengan tidak adanya potensi berikutnya untuk membangkitkan daya kerja atau usaha transformasi.
Sistem tertutup ini dinamakan pula sebagai sistem yang klasik atau tradisional. Hal ini bukan berarti bahwa sistem ini tidak dipakai atau tidak di pergunakan lagi. Sesuatu yang klasik bukan berarti tidak terpakai, karena sudah ada sistem yang lebih baru. Konsep klasik masih dianggap penting sampai sekarag ini. Banyak manajer-manajer atau pimpinan organisasi lainnya mendapatkan banyak pelajaran dan  pengarahan dari konsepsi klasik dan tradisional ini.

Sistem Terbuka ( open system )
Kalau sistem organisasi tertutup banyak berpengaruh pada administrasi negara, maka sistem terbuka ini banyak mempunyai pengaruh pada administrasi perusahaan. Model sistem terbuka ini dapat dikelompokkan atas tiga aliran seperti misalnya: Aliran Human Relation, Aliran Pengembangan Organisasi,  dan Aliran organisasi sebagai suatu unit yang berfungsi di dalam lingkungannya.
Sistem terbuka sebagaimana ditekankan pada aliran yang ketiga diatas, mengutamakan adanya interaksi hubungan yang berkelangsungan dengan lingkungannya. Dengan demikian, sistem ini akan mencapai suatu tingkat dinamika tertentu atau keseimbangan yang dinamis. Sementara itu, sistem ini masih mempunyai kemampuan yang berkelanjutan untuk melangsungkan kerja dan melakukan transformasi ke pihak lain.
Konsep Perspektif
Bentuk lain dari pembagian atau pengelompokan teori-teori organisasi adalah konsepsi perspektif yang dikemukakan oleh Edgar Huse dan James Bowditch. Pada aslinya konsep perspektif ini untuk dipergunakan pengelompokan manajemen. Akan tetapi, inti pembahasannya dapat dipergunakan pula untuk bahasan-bahasan organisasi. Itulah sebabnya berikut ini dikemukakan konsep perspektif tersebut.

Masalah-masalah Pokok Organisasi
Sebagai akibat adanya perubahan-perubahan yang memengaruhi organisasi, maka timbullah masalah pokok yang mau tidak mau harus dihadapi oleh setiap organisasi di masa-masa yang akan datang. Di antara masalah-masalah pokok tersebut antara lain ialah:
(1)    Masalah integrasi  yang meliputi isu mengenai insentif, penghargaan, dan motivasi dari setiap individu dengan bagaimana usaha organisasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut.
(2)    Masalah pengaruh sosial.
(3)    Masalah kolaborasi  yang tumbuh dalam rangka mengatasi konflik dan stereotyping, dan kekuatan-kekuatasn sentrifugal yang dapat memecahbelah komunitas.
(4)    Masalah adaptasi yang disebabkan karena lingkungan yang tidak menentu.
(5)    Masalah yang terakhir adalah masalah revitalisasi

Organisasi Masa Mendatang
Organisasi-organisasi masa mendatang akan menghadapi beberapa persoalan sebagai berikut:
(1)    Lingkungan yang tidak menentu
(2)    Pendidikan yang semakin maju
(3)    Perubahan nilai kerja
(4)    Sifat dari tugas dan tujuan organisasi
(5)    Penataan organisasi
(6)    Peningkatan motivasi

Pengertian Perilaku Organisasi
Perilaku organisasi, adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Tujuan praktis dari penalaahan studi ini adalah untuk mendeterminasi bagaimanakah perilaku manusia itu memengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar